SAVE POLRI BLOG DETIK

  • Save KPK /
    15 Feb 2015

    OC Kaligis: Sudah Saatnya Kebohongan KPK Terbongkar

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap mulai kehilangan rule dalam menghadapi konflik yang terjadi dengan Polri. Lembaga antirasuah itu selalu menggunakan sentimen publik untuk mencari perhatian. Seolah-olah KPK itu selalu benar dan suci, tidak mau ada yang mengkritik dan mengawasi. Malaikat saja diawasi Tuhan, kenapa KPK tidak mau diawasi? terang advokat senior OC Kaligis dalam keterangannya kepada wartawan Jumat malam (13/2). Dia menjelaskan bahwa saat ini KPK selalu menggunakan parlemen jalanan untuk menutup-nutupi kekurangannya. Akibatnya, apa yang dialami KPK juga berimbas kepada masyarakat. Apa yang terjadi merupakan kebohongan publik yang dilakukan KPK, beber Kaligis. Menurutnya, posisi Ketua KPK Abraham Samad saat ini sudah termasuk melakukan pelanggaran. Misalnya, keb
  • Bubarkan KPK /
    15 Feb 2015

    Front Revolusioner, Tuding Pendukung KPK Massa Bayaran

    JAKARTA - Maraknya aksi mendukung Polri maupun Komjen (Pol) Budi Gunawan dalam polemik kepolisian vs Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memunculkan suara miring. Sebab, pendukung Polri maupun BG -inisial untuk Budi Gunawan- ditengarai menggelar aksi karena dibayar. Namun, Front Revolusioner yang mengaku sebagai pendukung KPK dan BG justru melontarkan tudingan sebaliknya. Sebagaimana dikutip dari situs beritaRakyat Merdeka Online, Koordinator Front Revolusioner, Haris Pertama justru menyebut para pendukung KPK merupakan massa bayaran. “Itu terungkap ketika para pendukung KPK mengaku dibayar saat melakukan aksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis lalu,” katanya dalam keterangan Sabtu malam (14/2). Menurutnya, para pendukung KPK sudah keterlaluan. Apalagi sampai
  • Save KPK /
    15 Feb 2015

    Malaikat Saja Diawasi Tuhan, Kenapa KPK Tak Mau Diawasi

    JAKARTA - Berbagai kritik datang bertubi-tubi ke KPK. Kali ini dilancarkan pengacara senior OC Kaligis. Menurut dia, lembaga antirasuah itu selalu menggunakan sentiment publik untuk mencari perhatian. Bahkan dia menyebut KPK seolah-olah selalu benar dan suci dan tidak ingin dikritik dan diawasi. Malaikat saja diawasi Tuhan, kenapa KPK tidak mau diawasi? kata Kaligis, Jumat (13/2). Dia juga menyayangkan anggapan publik yang seolah menilai KPK tanpa cacat. KPK, kata dia, selalu mencari-cari dukungan masyarakat untuk turun ke jalan. Itu semua, lanjut Kaligis, untuk menutupi kekurangan KPK. Menurutnya, kini persoalan-persolan yang membelit KPK menimbulkan banyak keresahan di kalangan publik. Dia lantas mencontohkan permasalahan yang membelit Ketua KPK Abraham Samad. Ya, menurut Plt
  • KPK Lebay /
    15 Feb 2015

    Dua Alat Bukti KPK Tidak Sah Tetapkan Budi Gunawan Sebagai Tersangka

    OPINI Sebagaian warga masyarakat pada umumnya memahami istilah bukti sama pengertianya dengan barang bukti. Karena sebagian besar para pejabat penegak hukum dalam memberikan keterangan kepada para wartawan pada umumnya hanya menggunakan istilah bukti dan barang bukti, misalnya si A setelah diperiksa oleh penyidik secara langsung di tetetapkan sebagai tersangka dan ditahan berdasarkan bukti yang cukup. Sedangkan terhadap si B meskipun sudah tiga kali diperiksa belum di tetapkan sebagai tersangka karena belum cukup bukti. Dalam praktik penegakan hukum jarang sekali penegak hukum dalam memberikan keterangan menyebutkan istilah terdapat cukup alat bukti yang sah. Menyimak hal diatas dalam kasus pra peradilan tentang penetapan Komjen Budi Gunawan yang dijadikan tersangka oleh KPK didas
  • Save Polri /
    15 Feb 2015

    'Saweran' Ke Feriyani Lim Melalui Rekening Istri Samad"

    “Terkuaknya ‘Saweran’ Ke Feriyani Lim Melalui Rekening Istri Samad” by @PolisiPatung Patung Polisi @polisipatung05/02/2015 10:02:33 WIB Persahabatan Supriansa (pemilik apartemen capital), Abraham Samad dan Zaenal Tahir. Haji bersama beberapa tahun silampic.twitter.com/cbw4zda3D6 Patung Polisi @polisipatung05/02/2015 11:57:53 WIB Ambil foto dari akun saya ya? RT@detikcom Begini Akrabnya Samad, Supriansa dan Zainal Tahir Sebelum Kisruhm.detik.com/news/read/2015 Begini Akrabnya Samad, Supriansa, dan Zainal Tahir sebelum ‘Kisruh’ Abraham Samad, Supriansa, dan Zainal Tahir, tak sekadar sama-sama berasal dari Makassar, tapi memiliki kedekatan khusus. Itu dulu. Tapi sekarang, mereka Patung Polisi @poli
  • Save KPK /
    15 Feb 2015

    Abraham Samad Transfer Feriyani Lim Rp 2 Miliar Enak Banget Tuh..

    tribunnews.com Skandal hubungan gelap antara Ketua KPK, Abraham Samad, dengan Feriyani Lim yang belakangan ini santer diberitakan berhasil temukan fakta baru. Berdasar penelusuran bukti transfer rekening, Feriyani Lim diketahui telah terima aliran dana yang mencapai hingga angka Rp 2 Miliar dari seseorang berinisial IK. Dugaan aliran dana miliaran rupiah dari IK ini diduga berasal dari ketua KPK Abraham Samad. Abraham Samad kirim uang melalui rekening atas nama istrinya, IK, menggunakan sebuah bank terkemuka. Rekening milik IK ini diduga dibuat tanpa sepengetahuan pemilik aslinya. Berdasar penelusuran catatan bukti rekening Feriyani, setiap bulan Feriyani selalu terima transfer uang dari rekening IK antara Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. Ketua Umum Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (
  • KPK Lebay /
    15 Feb 2015

    KPK Jangan lebay, BG Juga Diteror Tapi Biasa Saja Tuh...

    Komjen Pol Budi Gunawan Jakarta, HanTer - Pengacara calon Kapolri Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan, Razman Arif Nasution, mengklaim bahwa kliennya juga merasa diteror. “Saya mengalami sendiri diteror. Pak BG (Budi Gunawan) juga diteror tapi tidak kita ekspos keluar karena kita beranggapan ada pihak kepolisian yang bisa diminta bantuan hukum,” kata Razman di gedung KPK Jakarta, Jumat (13/2/2015). Hal itu Razman sampaikan menyusul pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mengenai ancaman yang sangat serius terhadap penyidik, pejabat struktural dan keluarga mereka yang bersifat serius, sistematis dan eskalatif. Namun Razman tidak mengungkapkan jenis teror yang dialami oleh Budi Gunawan. “Ada teror ke Pak BG dan Pak BG tidak merespo
  • Save KPK /
    15 Feb 2015

    Dukung KPK, Ibu-ibu Ngaku Dibayar 50 ribu

    Save KPK. Sekitar 50 ibu-ibu dan juga anak kecil mendatangi Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kamis (12/2). Kedatangan mereka dalam sidang praperadilan Komjen Budi Gunawan justru mendukung KPK. Sambil berteriak, Save KPK jangan kriminalisasi pimpinan KPK, ibu-ibu ini juga membawa spanduk bertuliskan dan ikat kepala Save KPK. Save KPK, Save KPK, selamatkan KPK, teriak ibu-ibu yang dipandu oleh orator aksi. Aksi yang berlangsung selama 30 menit ini berujung ricuh, ibu-ibu tersebut tiba-tiba marah dan berteriak makan-makan. Mana makanan kita, katanya dapat makan, kita dari pagi bawa anak kecil, katanya dikasih makan, kami kelaparan, teriak ibu-ibu kompak. Tentu teriakan mereka mengundang perhatian media, beberapa wartawan yang tengah meliput menghampirinya dan menanyakan. Ko
  • Tak Berkategori /
    15 Feb 2015

    OC Kaligis: Mengapa KPK Seolah-Olah Selalu Benar

    Pengacara kawakan OC Kaligis menyatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanfaatkan sentimen publik untuk mencari perhatian sehingga dianggap selalu benar. “Seolah-olah KPK itu selalu benar dan suci, kenapa KPK tidak mau diawasi dan dikritik?” kata OC Kaligis di Jakarta Jumat (13/2). Kaligis berharap masyarakat tetap mengawasi dan mengkritik KPK karena lembaga antirasuah itu tidak sempurna. “KPK selalu menggunakan parlemen jalanan untuk menutupi kekurangannya,” ujar Kaligis. Kaligis menyebutkan persoalan KPK menimbulkan sejumlah masalah pada kalangan publik. Salah satu persoalan yang muncul yakni gerakan “politik” Ketua KPK Abraham Samad saat bertemu sejumlah politisi PDI Perjuangan, diantaranya Hasto Kristiyanto. “Awalnya Samad m
  • Tak Berkategori /
    15 Feb 2015

    Penetapan Status Tersangka BG Sebenarnya Cacat Hukum

    www.tempo.co Hari ini, 9 Februari 2015 polemik KPK-Polri sampai pada babak sidang pra-peradilan yang diajukan Komjen Pol Budi Gunawan bersama tim kuasa hukumnya untuk menjawab status tersangka yang di sematkan KPK. Budi Gunawan yang ditetapkan KPK sebagai tersangka sesaat setelah beredar kabar Presiden Jokowi melalui hak prerogatifnya tunjuk Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri gantikan Jendral Sutarman. Alasan Budi Gunawan dan tim kuasa hukumnya ajukan sidang pra-peradilan adalah sebagai alat koreksi atas penggunaan wewenang penyidik atau penegak hukum dalam hal ini tertuju kepada KPK. Praperadilan diatur dalam Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Menurut tim kuasa hukum Budi Gunawan, status tersangka yang disematkan KPK atas Komjen Pol Budi Gunawan c

Author

Recent Post

Recent Comments