SAVE POLRI BLOG DETIK

Presiden SBY: Jasa Polri Sering Dilupakan Masyarakat

26 Jan 2015 - 03:44 WIB

Presiden SBY: Jasa Polri Sering Dilupakan Masyarakat

Setiap tahunnya Polri selalu mengadakan Rapat Pimpinan (Rapim) yang dihadiri seluruh komponen Polri, termasuk Perwira Menengah, Perwira Tinggi, dan para Kapolda. Namun, kali ini (8/2) ada yang berbeda, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadir untuk memberikan arahan dalam pembukaan Rapim Polri 2010. Selain SBY, Selasa (9/2) akan hadir pula tujuh menteri Kabinet Indonesia Bersatu II untuk memberikan pengarahan di acara Rapim Polri 2010yang bertempat di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Rapim yang acaranya diselenggarakan tertutup ini akan dihadiri oleh Kompolnas, para penasehat dan konsultan ahli Kapolri, para atase negara sahabat, pengurus pusat purnawirawan Polri, pengurus Bhayangkari, serta keluarga besar putra putri Polri.

Meski Rapim diselenggarakan tertutup, pengarahan SBY dalam pembukaan Rapim diberikan secara terbuka di Mabes Polri. Dalam pidatonya, SBY mengatakan Polri sangat berkontribusi dalam menyukseskan pembangunan nasional. Sehingga, sebagai alat negara, Polri perlu selalu mengingat tugas dan peranannya. Yaitu, sebagai penjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat, penegak hukum, serta pelindungi dan pengayomi masyarakat.

Berangkat dari itu, SBY memberikan arahan kepada Kapolri dan seluruh jajarannya untuk andil dalam menyukseskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Dengan cara tetap menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat sampai ke pelosok daerah, serta tetap melakukan penegakan hukum dan memerangi kejahatan, mulai dari kejahatan jalanan (street crime),transnational crime, terorisme, penyelendupan manusia, korupsi, sampai kejahatan yang dilakukan oleh para pengemplang pajak. Kemudian, Polri juga diarahkah agar terus meningkatkan perlindungan dan pengayoman masyarakat, salah satunya dengan menjadikan programQuick Win Polri sebagai program permanen. Sehingga, masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang baik, cepat, dan murah.

Selain menyangkut tugas dan peranan Polri, SBY juga meminta agar para perwira Polri selalu menjaga norma, etika, dan perilakunya. Karena sebagai profesional, Polri terikat pada kode etik dan sumpah. Untuk itu, sudah seharusnya para perwira Polri memberi contoh (role model) yang baik kepada masyarakat. Dan satu hal lagi, Polri dihimbau agar selalu dapat bersikap jernih, rasional, tenang, dan tidak emosional dalam menghadapi kritikan. Karena kritikan itu adalah obat untuk memperbaiki, mengintrospeksi, dan mengevaluasi kekurangan diri. Kalau benar jenis obat dan dosisnya tepat itu bikin sehat. Kalau keliru, ya tidak mengobati. Kritik dengan dosis tepat dan kena tentu dapat memperbaiki.

Di samping memberi sejumlah arahan, SBY juga mengapresiasi kerja Polri dalam pemberantasan narkoba, terorisme, serta operasi-operasi rutin tahunan, seperti operasi ketupat dan lilin. Menurutnya, sebagai lembaga yang tak luput dari kekurangan, Polri telah berjasa dan mengabdi terhadap negara. Hal ini yang seringkali dianggap enteng dan dilupakan masyarakat. Maka dari itu, kita harus dengan besar hati memberi hormat dan ucapan terima kasih kepada Polri, tuturnya.

Disinergikan

Dengan berbekal arahan SBY, Polri, Selasa (9/2) akan mulai melaksanakan Rapim dengan tema Membangun Kemitraan dengan Memantapkan Kepercayaan Masyarakat Menuju Pelayanan Prima untuk Mendukung RPJMN 2010-2014. Dimana, dalam Rapim tersebut akan dibahas program strategis Polri yang tentunya akan disinergikan (selaraskan) dengan RPJMN 2010-2014. Dengan menjadikan RPJMN 2010-2014 ini sebagai acuan dan landasan, BHD mengatakan Polri akan melakukan percepatan untuk program-program lanjutannya, yang sekarang sudah beralih pada tahapgrand strategy membangun kemitraan atauPartnership and Networking (2010-2014).

Selain membahas program strategis Polri, Rapim juga dijadikan wahana untuk membahas persiapan alih generasi. BHD menerangkan, karena momentumnya tepat, sebagai tanggung jawab moral kami harus mempersiapkan alih generasi dengan sebaik-baiknya. Agar kontinuitas program, kebijakan, soliditas organisasi, serta profesionalitas Polri akan tetap terjaga untuk melaksanakan peran dan fungsinya dalam mengemban misi dan tugas yg diamanatkan.

Tidak sampai di situ. Dalam Rapim yang diselenggarakan di PTIK ini, akan dibahas pula evaluasi pelaksanaan program 100 hari Polri dan hasil reformasi birokrasi yang merupakan salah satu program dalamgrand strategi Polri sebelumnya,Trust Building (2005-2009). Dengan adanya evaluasi ini, lanjut BHD, akan dapat diukur efektifitas pencapaian selama ini, berbagai kendala,serta kekurangan yang terjadi sebagai bahan masukan untuk pemenuhan pada program berjalan.

Sampai saat ini, BHD mengaku, Polri sudah melakukan upaya-upaya pembenahan dalam aspek reformasi birokrasi sebagaimana yang telah diamanatkan pada UU No.17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025. Namun, mantan Kabareskrim ini menyadari bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan Polri masih belum dapat memenuhi harapan masyarakat yang begitu tinggi terhadap kualitas kinerja Polri. Oleh karena itu, Rapim Polri saat ini akan dijadikan wahana instrospeksi diri terhadap berbagai hal yang telah dilakukan selama ini.

Tentunya dengan fenomena yang berkembang dalam masyarakat, BHD mengharapkan Polri dapat merumuskan strategi dan kebijakan yang tepat dan efektif. Untuk itu, kami tegaskankalau pembangunan Polri ke depan tidak sebatas menitikberatkan pada pencitraan Polri semata. Tapi, juga memperhatikan aspek-aspek tuntutan masyarakat dan tantangan global, termasuk pengambilan wilayah perbatasan. Hal ini merupakan komitmen Polri dalam menyukseskan berbagai program pembangunan nasional yang telah dicanangkan pemerintah.

Memang Polri memiliki tigagrand strategy, tapi menurut anggota Kompolnas Adnan Pandupraja, itu lebih kepada wacana saja. Karena, yang paling penting adalah bagaimana program ini benar-benar bisa mendukung RPJMN 2010-2014. Salah satunya adalah dengan menjaga profesionalisme Polri. Sebagaimana yang dikatakan SBY bahwa polri harus profesional dan menjaga etika profesi. Itu kan bagian dari yang harus didalami pihak internal kepolisian. Sampai sejauh mana profesionalisme itu sudah dibangun? Sejauh mana pula etika profesi itu relevan dalam keadaan sekarang.

Adnan beranggapan, hal-hal semacam inilah yang paling penting untuk dikaji. Karena, selain berkaitan erat dengan reformasi birokrasi Polri, berkaitan pula dengan kemungkin aktualisasi dan revisi kebijakan Polri. Namun, itu ditentukan nanti. Setelah Polri mendapatkan arahan dari para Menteri dan petinggi Polri (dalam Rapim).” Dan salah satu Menteri yang hadir untuk berbicara adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Dimana, selaku Ketua Kompolnas untuk pertama kalinya akan membicarakan mengenai penguatan peran Kompolnas (9/2).


TAGS   save poori / save polri / xserver indonesia /


Comment

Author

Recent Post

Recent Comments

Archive